Analisis Global Warming Pottential Pada Kegiatan Overhaul Engine Menggunakan Life Cycle Assessment di PT. United Tractors Balikpapan
DOI:
https://doi.org/10.32487/jab.v3i1.48Kata Kunci:
Overhaul engine, life cycle assessment, global warming potential, emisi, energi listrikAbstrak
Kegiatan overhaul engine di industri perawatan alat berat berpotensi menghasilkan emisi gas rumah kaca akibat penggunaan energi listrik dan solar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi Global Warming Potential (GWP) dari proses overhaul engine di PT. United Tractors Cabang Balikpapan dengan pendekatan Life Cycle Assessment (LCA) ruang lingkup gate to gate. Data diperoleh melalui inventarisasi input energi pada setiap tahap proses, kemudian dihitung menggunakan faktor emisi listrik grid Indonesia sebesar 0,79 kg CO₂eq/kWh. Hasil penelitian menunjukkan total GWP per siklus overhaul engine sebesar 2,853 kg CO₂eq, dengan kontribusi terbesar berasal dari tahap washing (1,008 kg CO₂eq atau 35%) dan prewashing (0,881 kg CO₂eq atau 31%). Tahap assembly, disassembly, dan painting masing-masing menyumbang 17%, 12%, dan 5%. Dengan rata-rata tiga kali overhaul per bulan, emisi tahunan diperkirakan mencapai 100,8 kg CO₂eq. Nilai ini tergolong kecil dibandingkan target nasional emisi gas rumah kaca Indonesia pada tahun 2030 sebesar 1.805 Mt CO₂eq. Meskipun demikian, evaluasi emisi pada tingkat operasional tetap penting sebagai langkah mitigasi, terutama jika aktivitas serupa dilakukan secara masif. Upaya perbaikan dapat dilakukan melalui peningkatan efisiensi energi peralatan serta penggantian solar dengan water-based degreaser untuk menekan emisi VOC.
Referensi
[1] A. Jaya, A. A. M. Ikhzan, and Annisa, “Overhaul engine c.64 laporan tugas akhir,” Jur. Tek. Mesin, Politek. Negeri Ujung Padang, Makassar, p. BAB II(PAGE 5), 2021.
[2] Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, Pedoman Penyusunan Laporan Penilaian Daur Hidup (LCA), no. 1. Direktorat Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, KLHK, 2021.
[3] A. P. Acero, C. Rodriguez, and A. Ciroth, “Green Delta LCIA methods Impact Assesment methods in LIfe Cycle Assesment and their impact categories,” GreenDelta, 2017.
[4] A. A. N. Zahra, “Life Cycle Assessment (LCA) di PROPER: Jejak Lingkungan di Setiap Keputusan Bisnis,” CESGS UNAIR.
[5] M. R. Asyari, “Analisis Dampak Lingkungan pada Instalasi Pengolahan Air Bersih dengan Metode Life Cycle Assessment (Studi Kasus PDAM Tirta Kahuripan - Unit Cibungbulang),” 2023.
[6] A. D. Bank, Independent Assessment of Indonesia’s Energy Infrastructure Sector, no. May 2020. 2020.
[7] R. Heijungs, J. B. Guinee, R. M. Lankreijer, H. A. U. de Haes, and A. W. Sleeswijk, “Environmental life cycle assessment of products,” Backgrounds - Oct. 1992, no. October, p. 96, 1992.
[8] USEPA, 2020 National Emissions Inventory Technical Support Document: Onroad Mobile Sources. 2023.
[9] D. Munroe, Diesel Fuel Properties. 2016. [Online].
[10] IPCC, 2_Energy.pdf. 2000.
[11] M. of E. and F. Republic of Indonesia, “Enhanced Nationally Determined Contribution Republic Of Indonesia,” 2022.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Ida Bagus Dharmawan, Rafsandy Esa Maulidan, Aryati Muhaymin Marali

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.








