Analisis Troubleshooting External Leak Pada Komponen Differential Komatsu HD785-7 (Studi Kasus: PT BUMA BRC)
DOI:
https://doi.org/10.32487/jab.v3i1.45Kata Kunci:
External Leak, Differential, HD785-7, kebocoran seal oil, couplingAbstrak
Penelitian ini berjudul “Analisis External Leak pada komponen Differential HD785-7 di PT BUMA (BRC)”, yang bertujuan untuk mengetahui penyebab terjadinya external leak pada komponen differential Komatsu HD785-7 dan mengetahui tindakan yang tepat untuk mencegah terjadinya external leak. Metode analisis yang digunakan meliputi analisis visual, analisis trend, dimension inspection, dan perbandingan dengan standard pabrik. Berdasarkan hasil analisis trend, terjadi 14 kali kejadian kebocoran eksternal pada differential diseluruh job site PT BUMA. Hasil analisis visual, ditemukan kebocoran pada seal oil. Hasil dimension inspection pada komponen coupling differential, ditemukan bahwa coupling mengalami keausan di bagian sisi distance coupling dan tidak terdapat pengukuran dimensi coupling terhadap ukuran standard dari pabrik di QA sheet BRC. Dari penelitian ini menunjukkan bahwa penyebab terjadinya external leak, karena keausan dari bagian coupling differential yang diakibatkan pemakaian berulang /part reuse yang dilakukan secara berkelanjutan.
Referensi
[1] PT. U. Tractors, “Basic Mechanic Course Product Knowledge & Publication Technical Training Department,” 2011.
[2] Y. Kurniawan, N. Huda, Y. Zulfati Yusrina, S. Mulyanto, and D. Mutawally, “Analisis Penyebab Engine Upnormal High RPM Pada Excavator Komatsu HB 365-1,” Jurnal Alat Berat, vol. 2, no. 2. pp. 74–80, 2025. doi: 10.32487/jab.v2i2.41.
[3] PT. U. Tractor, “Basic Mechanic Course Diesel Engine Technical Training Department,” 2011.
[4] Y. Kurniawan, N. Huda, and M. R. F. Pratama, “Rancang Bangun Special Tool Remove Injector Pada Unit Komatsu HD465-7”, SNITT Poltekba, pp.113-116, P-31, 2023.
[5] Komatsu, “Shop Manual 125e -5 series,” 2002.
[6] Y. Kurniawan, Arwin, M. Amin, F. Paundara, and S. Rojikin, “Analisis Pengaruh Boost Pressure After Cooler Terhadap Performance Engine MTU 16V4000,” Jurnal Alat Berat, vol. 1, no. 2. pp. 65–72, 2024.
[7] S. A. Mokosandip, I. Susanto, and Maryono, “Analisis Kerusakan Differental Unit Wheel Loader Liugong 855N dI PT ITSS Kawasan Morowali,” Pros. A/B Semin. Nas. Tek. Mesin Politek. Negeri Jakarta, pp. 267–277, 2024.
[8] D. Supriyatna and D. R. Muttaekid, “Analisis Kerusakan Differential Pada Kendaraan HINO 260 FM (SH17) : Studi Kasus di PT. Hudaya Maju Mandiri,” AEEJ : Journal of Automotive Engineering and Vocational Education, vol. 2, no. 1. pp. 11–20, 2021.
[9] L. Mardian, “Analisa Penyebab Kerusakan Pada Differential Heavy Duty Truck Hd 785-5,” Sintek, vol. 10, no. 2, pp. 36–44, 2016.
[10] Y. Kurniawan, H. Dwimas, I. B. Dharmawan, S. Mulyanto, “Analisis Produktivitas Alat Berat Pada Rencana Kegiatan Landfill Mining di TPA Manggar Kota Balikpapan.pdf.” 2025.
[11] Y. Kurniawan, Y. V. M. Sumartono, M. A. D. Saputra,“Rancang Bangun Test Leak After Cooler D375-6R Komatsu", SNITT Poltekba, pp 117-121, P-32, 2023
[12] Komatsu, “Operation and Maintenance Manual HD785-7,” 2005.
[13] Komatsu, “Shop Manual PC300,” vol. 06, no. 01, pp. 0–1, 2006.
[14] Komatsu, “Shop Manual HD785-7,” 2006.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Yudi Kurniawan

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.








